Beranda›Kelas 7›Bab 3
🌿 Sekolah Menengah Pertama · Kelas 7 · BAB 03

Tri Hita Karana

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti

📖 Materi pembelajaran

A. Pengertian Tri Hita Karana

Tri Hita Karana merupakan ajaran keharmonisan hidup yang dikenal dalam tradisi Hindu Bali dan memiliki nilai yang relevan bagi kehidupan manusia secara luas. Secara etimologis: Tri berarti tiga. Hita berarti kebahagiaan atau kesejahteraan. Karana berarti penyebab. Dengan demikian, Tri Hita Karana berarti tiga penyebab terciptanya kebahagiaan atau kesejahteraan hidup. Kebahagiaan menurut ajaran ini tidak hanya bergantung pada harta dan kesenangan pribadi, melainkan juga pada hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

B. Tiga Bagian Tri Hita Karana

1. Parahyangan — Hubungan manusia dengan Tuhan Parahyangan menekankan pentingnya sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hubungan ini diwujudkan melalui sembahyang, rasa syukur, pelaksanaan ajaran dharma, dan penghormatan terhadap tempat suci. 2. Pawongan — Hubungan manusia dengan sesama Pawongan mengajarkan agar manusia membangun hubungan sosial berdasarkan kasih sayang, toleransi, kejujuran, dan gotong royong. Contohnya menghormati orang tua, tidak membedakan teman berdasarkan latar belakang, serta membantu orang yang membutuhkan. 3. Palemahan — Hubungan manusia dengan lingkungan Palemahan mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Alam menyediakan air, tanah, udara, tumbuhan, serta sumber daya lain yang menunjang kehidupan. Karena itu, manusia berkewajiban memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

C. Hubungan Tri Hita Karana dengan Pancasila

Tri Hita Karana memiliki nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila. Parahyangan sejalan dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Pawongan berkaitan dengan kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Palemahan mendukung tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, penerapan Tri Hita Karana dapat memperkuat karakter siswa sebagai umat Hindu sekaligus warga negara Indonesia.

D. Penerapan dalam Kehidupan

Di sekolah, Parahyangan dapat diterapkan melalui doa sebelum belajar dan rasa syukur atas kesempatan memperoleh pendidikan. Pawongan diwujudkan melalui kerja sama kelompok, menghormati guru, dan menyelesaikan perselisihan tanpa kekerasan. Palemahan diterapkan dengan menghemat air dan listrik, mengurangi sampah plastik, menanam pohon, serta menjaga kebersihan sekolah. Ketiga hubungan tersebut harus dikembangkan secara seimbang.

E. Kesimpulan

Tri Hita Karana mengajarkan bahwa kehidupan yang baik harus dibangun melalui keharmonisan spiritual, sosial, dan ekologis. Manusia tidak dapat mencapai kesejahteraan sejati apabila mengabaikan salah satu hubungan tersebut.

🌿 Renungkan nilai baik yang dapat diterapkan dari bab ini dalam kehidupan sehari-hari.